MBC Day 8 diadakan pada hari Selasa, 16 Juli 2013. Di hari
itu, saat apel pagi, jumlah kehadiran kami hanya 190 orang. Namun, ada dua teman kami yang datang
terlambat sehingga jumlah kami bertambah menjadi 192. Hal ini merupakan
penurunan dari MBC day sebelumnya dan tidak memenuhi kuorum yang telah
disetujui sebelumnya yaitu 214 orang. Pada MBC Day 8 ini, kami tidak diberikan
materi, tetapi kali ini kami mengadakan forum bersama dengan seniro-senorita
yang membahas tentang realita angkatan Eltoro 2012 dari pagi hingga siang.
Pembahasan dalam forum yang pertama yaitu tentang apa
saja yang telah kami dapatkan selama proses persiapan wisuda dan saat
eksekusinya. Banyak hal yang kami dapatkan dalam semua kegiatan wisudaan ini,
seperti melatih kerja sama, kekompakan angkatan, bertambahnya kreatifitas dan
keterampilan, melatih profesionalisme, mempraktekkan langsung budaya apresiasi,
melatih pembagian waktu dan kerja, saling menghargai dan saling percaya satu
sama lain, serta rasa bangga setelah pengumuman kami mendapatkan juara 3
arak-arakan wisuda Juli 2013.
Pembahasan selanjutnya yaitu evaluasi keberjalanan
wisuda. Masalah-masalah dan solusinya yaitu:
1.
Suara danlap yang kurang terdengar
sehingga tidak kompak dalam bernyanyi dan barisan belakang tidak mengetahui
instruksi danlap. Solusi: pemain genderang harus lebih konsentrasi dan fokus
untuk menyamakan ritme.
2.
Barikade kebingungan ketika gundala-gundili
banyak yang keluar barikade dan barikade bingung untuk melakukan tindakan apa.
Solusi: seperti yang telah dijelaskan bahwa tugas barikade yaitu untuk
melindungi gundala-gundili dari gangguan tanpa harus memerintahkan mereka. Akan
tetapi, barikade tidak boleh takut dan tetap mempertahankan posisinya dan
jangan sampai bubar.
3.
Pembagian kerja yang masih serabutan
atau kurang terstruiktur padahal sudah ada PJ yang jelas. Solusi: PJ harus
memiliki anggota yang jelas dan dianjurkan untuk membuat timeline tugas
perbagian yang jelas agar dapat berkerja secara efektif dan sistematis
mengingat wisudaan Oktober dan April mendatang merupakan hari-hari UTS.
4.
Kurangnya persiapan dengan kondisi cuaca
hujan. Solusinya sebenarnya sudah dipersiapkan oleh koorlap mengenai rencana
ketika hujan, tetapi gundala-gundili tidak menyetujuinya, sehingga arak-arakan
harus tetap dilanjutkan.
5.
Tidak adanya kepastian mengenai jadwal
penampilan. Solusi: sebenarnya jadwal ini tidak dapat dipastikan dan fleksibel
karena bergantung wisudawan di tiap-tiap himpunan.
Pembahasan
yang ketiga yaitu tentang tugas individu yang telah diberikan. Tugas yang dikerjakan belum maksimal, antara
lain, tugas laporan dengan format IEEE yang mengumpulkan hanya 90%, tugas isu
elektroteknik yang mengumpulkan hanya 80%, tugas blog ada yang belum membuat
blog, dan tugas buku angkatan yang progresnya masih kurang.
Masalah buku angkatan, masih banyak
yang hanya mendapatkan kurang dari 100 teman. Hal ini dikarenakan kurangnya
kesadaran untuk kumpul angkatan, memilih untuk konsentrasi dalam persiapan
wisudaan, ada kesibukan lain seperti diklat, dan sikap kami yang menggampangkan
teman-teman dekat sehingga lupa belum berfoto dengannya. Kemudian masalah
resume, banyak yang belum konfirmasi resume karena belum adanya inisiatif untuk
mengingatkan. Kedepan diharapkan penjarkom selalu mengingatkan kepada teman
yang dijarkom untuk mengkonfirmasi. Kemudian solusi untuk masalah tugas-tugas
kami adalah pengumpulan tugas pada waktu-waktu yang telah ditentukan, antara
lain: Kamis (isu-isu elektroteknik dan laporan dengan format IEEE), Sabtu
(review blog materi day 3-7), Senin (buku angkatan lengkap dan esensinya,
dengan semua spek disamakan), serta memberi tahu teman-teman kami yang tidak
hadir hari ini namun masih berada di Bandung agar besok datang jam 10.00 di
basement labtek 8. Pengumpulan tugas kali ini tidak boleh kami anggap remeh
karena bisa saja dilakukan pencoretan nama dari daftar peserta MBC.
Pembahasan keempat yaitu tentang
kewajiban kami dalam menyapa kakak tingkat, baik seniro-senorita maupun
bandito-maharani. Alasan bagi kami yang belum menyapa kakak tingkat adalah
karena terkadang kami tidak menyadari keberadaan mereka, tidak hafal, dan malu.
Kami pun membuat cara untuk mengenal angkatan atas dengan membuat sebuah buku
angkatan yang berisikan nama, nim, poin-poin wawancara kami dengannya, serta
tanda tangan seniro-senorita dan bandito-maharani di dalamnya. Kami telah
menyetujui format buku ini dalam bentuk buku sidu 38 lembar. Selain itu, sabtu
ini kami diwajibkan sudah mengumpulkan 5 data bandito-maharani, 20 seniro, dan
10 senorita dengan pertimbangan tingkat 2010 sedang sibuk kuliah praktek
sehingga sedikit yang bisa ditemui dan jumlah seniro lebih banyak dibanding
senorita. Kami dapat melakukan wawancara di wilayah ITB dengan batas waktu jam
sebelas malam. Kami diharapkan dapat memotret wajah kaka tingkat yang
diwawancarai agar tidak lupa kedepannya. Kami pun akan membentuk kelompok
wawancara berdasarkan penjarkom. Bagi yang tidak bisa mengikuti kelompoknya
wawancara dapat bergabung ke dalam kelompok lain. Kami juga diingatkan untuk
tetap berlaku sopan selama wawancara. Selain itu, besok mulai pukul 09.00
sampai 15.00 kami akan memulai tugas wawancara kami sembari mengerjakan tugas
buku angkatan yang belum selesai.
Hal terakhir yang kami bahas adalah
kesalahan terbesar kami selama proses persiapan wisuda yaitu adanya beberapa
dari kami yang bermain seluncuran di rerumputan dekat basement labtek 8. Banyak
kerugian yang kami dapat akibat melakukan hal ini, yaitu merusak citra HME di
masa kampus ITB, merusak sarana-prasarana, menjadi ‘aib’ angkatan untuk
seterusnya, serta membahayakan diri sendiri. Semua dari kami salah, karena kami
juga tidak mengingatkan satu sama lain. Namun ada satu hal yang kami peroleh
dari masalah ini, yaitu pembelajaran untuk menjadi lebih dewasa dan memikirkan
terlebih dahulu sebelum bertindak.
Muhammad
Syarifudin/EL/16512092/13212053
Tidak ada komentar:
Posting Komentar