Rabu, 17 Juli 2013

Resume MBC Day 8



            MBC Day 8 diadakan pada hari Selasa, 16 Juli 2013. Di hari itu, saat apel pagi, jumlah kehadiran kami hanya 190 orang.  Namun, ada dua teman kami yang datang terlambat sehingga jumlah kami bertambah menjadi 192. Hal ini merupakan penurunan dari MBC day sebelumnya dan tidak memenuhi kuorum yang telah disetujui sebelumnya yaitu 214 orang. Pada MBC Day 8 ini, kami tidak diberikan materi, tetapi kali ini kami mengadakan forum bersama dengan seniro-senorita yang membahas tentang realita angkatan Eltoro 2012 dari pagi hingga siang.
            Pembahasan dalam forum yang pertama yaitu tentang apa saja yang telah kami dapatkan selama proses persiapan wisuda dan saat eksekusinya. Banyak hal yang kami dapatkan dalam semua kegiatan wisudaan ini, seperti melatih kerja sama, kekompakan angkatan, bertambahnya kreatifitas dan keterampilan, melatih profesionalisme, mempraktekkan langsung budaya apresiasi, melatih pembagian waktu dan kerja, saling menghargai dan saling percaya satu sama lain, serta rasa bangga setelah pengumuman kami mendapatkan juara 3 arak-arakan wisuda Juli 2013.
            Pembahasan selanjutnya yaitu evaluasi keberjalanan wisuda. Masalah-masalah dan solusinya yaitu:
1.      Suara danlap yang kurang terdengar sehingga tidak kompak dalam bernyanyi dan barisan belakang tidak mengetahui instruksi danlap. Solusi: pemain genderang harus lebih konsentrasi dan fokus untuk menyamakan ritme.
2.      Barikade kebingungan ketika gundala-gundili banyak yang keluar barikade dan barikade bingung untuk melakukan tindakan apa. Solusi: seperti yang telah dijelaskan bahwa tugas barikade yaitu untuk melindungi gundala-gundili dari gangguan tanpa harus memerintahkan mereka. Akan tetapi, barikade tidak boleh takut dan tetap mempertahankan posisinya dan jangan sampai bubar.
3.      Pembagian kerja yang masih serabutan atau kurang terstruiktur padahal sudah ada PJ yang jelas. Solusi: PJ harus memiliki anggota yang jelas dan dianjurkan untuk membuat timeline tugas perbagian yang jelas agar dapat berkerja secara efektif dan sistematis mengingat wisudaan Oktober dan April mendatang merupakan hari-hari UTS.
4.      Kurangnya persiapan dengan kondisi cuaca hujan. Solusinya sebenarnya sudah dipersiapkan oleh koorlap mengenai rencana ketika hujan, tetapi gundala-gundili tidak menyetujuinya, sehingga arak-arakan harus tetap dilanjutkan.
5.      Tidak adanya kepastian mengenai jadwal penampilan. Solusi: sebenarnya jadwal ini tidak dapat dipastikan dan fleksibel karena bergantung wisudawan di tiap-tiap himpunan.
Pembahasan yang ketiga yaitu tentang tugas individu yang telah diberikan.  Tugas yang dikerjakan belum maksimal, antara lain, tugas laporan dengan format IEEE yang mengumpulkan hanya 90%, tugas isu elektroteknik yang mengumpulkan hanya 80%, tugas blog ada yang belum membuat blog, dan tugas buku angkatan yang progresnya masih kurang.

Masalah buku angkatan, masih banyak yang hanya mendapatkan kurang dari 100 teman. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran untuk kumpul angkatan, memilih untuk konsentrasi dalam persiapan wisudaan, ada kesibukan lain seperti diklat, dan sikap kami yang menggampangkan teman-teman dekat sehingga lupa belum berfoto dengannya. Kemudian masalah resume, banyak yang belum konfirmasi resume karena belum adanya inisiatif untuk mengingatkan. Kedepan diharapkan penjarkom selalu mengingatkan kepada teman yang dijarkom untuk mengkonfirmasi. Kemudian solusi untuk masalah tugas-tugas kami adalah pengumpulan tugas pada waktu-waktu yang telah ditentukan, antara lain: Kamis (isu-isu elektroteknik dan laporan dengan format IEEE), Sabtu (review blog materi day 3-7), Senin (buku angkatan lengkap dan esensinya, dengan semua spek disamakan), serta memberi tahu teman-teman kami yang tidak hadir hari ini namun masih berada di Bandung agar besok datang jam 10.00 di basement labtek 8. Pengumpulan tugas kali ini tidak boleh kami anggap remeh karena bisa saja dilakukan pencoretan nama dari daftar peserta MBC.
Pembahasan keempat yaitu tentang kewajiban kami dalam menyapa kakak tingkat, baik seniro-senorita maupun bandito-maharani. Alasan bagi kami yang belum menyapa kakak tingkat adalah karena terkadang kami tidak menyadari keberadaan mereka, tidak hafal, dan malu. Kami pun membuat cara untuk mengenal angkatan atas dengan membuat sebuah buku angkatan yang berisikan nama, nim, poin-poin wawancara kami dengannya, serta tanda tangan seniro-senorita dan bandito-maharani di dalamnya. Kami telah menyetujui format buku ini dalam bentuk buku sidu 38 lembar. Selain itu, sabtu ini kami diwajibkan sudah mengumpulkan 5 data bandito-maharani, 20 seniro, dan 10 senorita dengan pertimbangan tingkat 2010 sedang sibuk kuliah praktek sehingga sedikit yang bisa ditemui dan jumlah seniro lebih banyak dibanding senorita. Kami dapat melakukan wawancara di wilayah ITB dengan batas waktu jam sebelas malam. Kami diharapkan dapat memotret wajah kaka tingkat yang diwawancarai agar tidak lupa kedepannya. Kami pun akan membentuk kelompok wawancara berdasarkan penjarkom. Bagi yang tidak bisa mengikuti kelompoknya wawancara dapat bergabung ke dalam kelompok lain. Kami juga diingatkan untuk tetap berlaku sopan selama wawancara. Selain itu, besok mulai pukul 09.00 sampai 15.00 kami akan memulai tugas wawancara kami sembari mengerjakan tugas buku angkatan yang belum selesai.
Hal terakhir yang kami bahas adalah kesalahan terbesar kami selama proses persiapan wisuda yaitu adanya beberapa dari kami yang bermain seluncuran di rerumputan dekat basement labtek 8. Banyak kerugian yang kami dapat akibat melakukan hal ini, yaitu merusak citra HME di masa kampus ITB, merusak sarana-prasarana, menjadi ‘aib’ angkatan untuk seterusnya, serta membahayakan diri sendiri. Semua dari kami salah, karena kami juga tidak mengingatkan satu sama lain. Namun ada satu hal yang kami peroleh dari masalah ini, yaitu pembelajaran untuk menjadi lebih dewasa dan memikirkan terlebih dahulu sebelum bertindak.

Muhammad Syarifudin/EL/16512092/13212053

Tidak ada komentar:

Posting Komentar