MBC
Day 6 diadakan pada hari Kamis, 11 juli 2013,. Pada saat apel pagi yang hadir
yaitu 199 orang ditambah dengan 6 orang mengikuti SP dan satu orang terlambat
sehingga kehadiran fisik terhitung 206 orang. Jumlah ini masih jauh dari kuorum
yang sudah diperbarui kemarin walapun sudah meningkat dari MBC Day 5. Angkatan kami
sudah mengerahkan berbagai usaha untuk mendatangkan masa sebanyak 206 orang
tersebut.
Setelah
apel, kami diajarkan tiga buah lagu supporteran HME, yaitu yaitu Disini EL
(Lirik: Disini EL, Disana …. (bisa diisi sesuai kebutuhan) HME dan ….
Bersaudara. (ulang 2 kali) Lalalalalala…), HME Himpunanku (Lirik: HME, HME
Himpunanku. Majulah HME pantang mundur. Tunjukkan kilatmu tunjukkanlah tawamu.
Kami satu HME selalu) dan Percayalah (Percayalah HME, meski dihadang lawan,
kamu ga sendirian. Yo rame-rame, yo sama-sama, kita nyanyi bersama. Percayalah
HME, meski penuh ancaman, kamu ga sendirian. Syalalalala…). Selain itu, kami
diminta untuk menyanyikan lagu-lagu yang pernah diajarkan oleh seniro-senorita
di day MBC yang lalu. Beberapa anak masih belum hafal lirik dan nadanya
sehingga ditunjuk seorang PJ (Alvin) yang diminta mengajarkan lagu tersebut
kepada yang belum hafal. Kami diminta untuk bersungguh-sungguh- dalam
menghafalkan lagu-lagu ini yang akan kami gunakan untuk mengarak
gundala-gundili pada Sabtu nanti. Kami diharapkan dapat menampilkan performa
yang terbaik di hari wisuda nanti.
Setelah
itu, kami memasuki saraga untuk latihan membentuk formasi U (formasi untuk
menyambut wisudawan) dan formasi arak-arakan (membentuk barikade dinding
pelindung wisudawan). Formasi U terdiri dari tiga bagian, dimana shaf terdepan
terdiri atas 35 banjar, dan didepannya terdapat empat maskot performance wisuda
(Aladdin dan Jasmin, Raja minyak, dan Jin lampu). Selama wisudawan mulai
memasuki bagian tengah dari formasi U kami semua harus menyanyikan lagi
E-L-Elektro berulang-ulang dnegan tabuhan genderang hingga tercapai steady
state dan ada aba-aba dari komandan barisan. Untuk formasi arak-arakan, di
bagian terdepan ada 4 orang maskot, di kiri dan kanannya ada pemegang bendera,
lalu barisan performance tetap 6 banjar, setelah itu 4 banjar wisudawan
sepanjang 31 shaf yang di sisi kanan dan kirinya dilapisi oleh barikade dari
angkatan kami, lalu dibelakang wisudawan ada pengarak, tetap 6 banjar. Bagian
luar barisan dikelilingi oleh massa HME lainnya. Pengarak yang tidak melakukan
performance diminta mengenakan seragam yang sama, ditentukan sendiri oleh
angkatan kami. Kemudian, kami berlatih membentuk formasi yang diajarkan tadi. Setelah
dinilai cukup, kami melakukan simulasi arak-arakan. Kami menyanyikan berbagai
lagu yang diberikan komandan barisan dengan penuh semangat. Namun, kami masih kurang
komunikasi sehingga terjadi lose beat di barisan bagian belakang. Selain itu, masih
terdapat massa elektroteknik 2012 yang belum hafal dengan lagu-lagu supporteran
tersebut. Untuk formasi barikade, saaat memasuki pintu tunnel harus menyesesuaikan
secara sporadis dan secepat mungkin diharapkan barikade kembali melindungi para
wisudawan. Setelah selesai simulasi kami pun diingatkan kembali bahwa kami
harus bisa menghafal lagu-lagu tersebut dan menyanyikannya dengan baik,
memberikan performa terbaik di hari besar para gundala-gundili. Kami harus
mampu membanggakan mereka dalam acara arak-arakan nantinya.
Seusai
berlatih formasi di saraga dan istirahat selama 2 jam, kami kembali berkumpul
diselasar basement labtek 8 untuk mengikuti forum. Forum ini membahas tentang kesiapan
kami dalam mengikuti arak-arakan wisuda nanti. Aspek yang dibahas diantaranya
property, baik property massal, property besar ataupun property pendukung lalu dibahas
tentang kesiapan performance yang akan disuguhkan kepada gundala dan gundili
serta kendala-kendala yang terjadi dia angkatan kami. Persiapan di bagian
property sudah hampir selesai, property besar seperti karpet, background,
miniature kerajaan arab telah memasuki tahap finishing. Property massal yang
terdiri atas hiasan masih dalam tahap perakitan dan penyolderan. Sedangkan
property kostum, baru sebagian yang telah jadi akibat kekurangan SDM dan
kurangnya manajemen SDM yang ada. Di bagian performance hanya tinggal
mengompakan gerakan dan menambahkan ekspresi. Lalu pembahasan dilanjutkan
tentang kuorum yang dapat dhadirkan oleh kami saat wisudaan dan telah dibahas
beberapa solusi yang ditawarkan oleh juniro dan bonita untuk mengataasi permasalahan
kuorum. Tidak lupa di akhir forum, seniro dan senorita menekankan kembali agar
kami menghafal lagu-lagu yan telah diajarkan serta berusaha menampilkan yang
terbaik saat wisudaan nanti agar gundala-gundili merasa terapresiasi. Hal ini
dikarenakan wisuda sarjana merupakan momen indah dalam hidup mahasiswa yang
terjadi sekali seumur hidup.
Muhammad Syarifudin /
EL/ 16512092/ 13212053
Tidak ada komentar:
Posting Komentar